Cara Membaca Cerita Anak dengan Menarik

Cara Membaca Cerita Anak dengan MenarikTerdapat sangat banyak manfaat yang dapat anda peroleh jika rutin membacakan cerita anak kepada anak-anak anda sejak usia dini. Usia dini disini adalah sekitar usia 2 hingga 5 tahun dimana mereka sudah mulai mengerti berinteraksi dan memahami bahasa. Anda dapat memilih cerita dengan bahasa ibu si anak terlebih dahulu agar dia tidak merasa bingung dan dapat memahami makna dari kisah yang anda ceritakan. Namun, dikarenakan usia yang masih dini, tentunya si anak akan memiliki fokus yang terbilang masih sangat sedikit, oleh sebab itu, anda harus membacakan cerita tersebut dengan cara yang menarik sehingga anak anda menjadi tertarik untuk mendengarkan.

Cara Membuat Cerita Anak Menarik

Dibutuhkan beberapa teknik dan cara agar cerita anak yang anda bawakan dapat menarik. Pertama, pastikan anda membacakan setiap kata yang terdapat di dalam kisah tersebut dengan suara yang lantang dan dengan menggunakan artikulasi kata yang jelas sehingga anak dapat menangkap maksud anda secara optimal. Kedua adalah di intonasi pembacaan anda. Tidak hanya volume suara yang penting, intonasi juga sangat menentukan sebuah cerita menarik ataukah tidak. Gunakan intonasi yang sesuai dengan peristiwa di dalam buku tersebut, misalnya ketika marah, anda harus menggunakan intonasi suara yang lebih tinggi sehingga membuat sang anak menangkap ekspresi marah adalah seperti itu.

Cara ketiga adalah dramatisir setiap cerita anak yang anda bawakan.  Selipkan sedikit lakonan atau akting kecil seperti di dalam sebuah drama agar anak merasakan ada yang spesial dan bukan hanya sekedar mendengarkan kata-kata ataupun kalimat dari orang tua. Selain dramatisir, anda juga harus menggunakan ekspresi yang sesuai ketika bercerita. Ekspresi yang datar hanya akan membuat anak cepat merasa bosan dan akan mencoba mencari aktivitas lain. Pasanglah mimik wajah sesuai ekspresi tokok dalam cerita tersebut, seperti ekspresi senang, sedih, marah, kecewa, kesal dan berbagai ekspresi lainnya.

Cara terakhir adalah membangun komunikasi dua arah walaupun andalah yang memegang peranan dalam bercerita. Tanyakan pendapat anak anda mengenai karakter tokoh dalam buku tersebut, lalu biarkan jika dia ingin menanyakan pertanyaan kepada anda. Anda dapat membacakan cerita anak menjelang tidur karena pada saat itu baik anda maupun anak dalam keadaan rileks dan santai.

Related posts:

admin